![]() |
| Maqom Nyi Mas Gamparan atau Nyi Mas Rara Santang yang terdapat di Jl. Jayakerta, kec. Jayakerta, kab. Karawang, Jawa Barat |
Pangeran Cakrabuana dan Nyi Rara Santang adalah putera-puteri Prabu Siliwangi dari Nyi Mas Subang Larang yang berani menyebrang lautan hanya untuk berguru agama Islam. Keduanya menghadap Maulana Idhofi dan mendapatkan segala ilmunya. Setelah dianggap sempurna, mereke berdua pergi naik haji ke Baitullah. Mereka lama bermukim di sana. Usai berhaji Cakrabuana mendapatkan gelarnya menjadi Haji Abdullah Iman dari seorang pemuka Imam Safe’i di Arab.
Saat itu Sultan Mesir Syarif Abdullah keturunan Bani Hasyim tengah mencari bakal istri pengganti permaisurinya yang telah tiada, yang wajahnya benar-benar mirip dengan mendiang istrinya. Bahkan hingga mengadakan sayembara dan mengerahkan seluruh bala prajuritnya untuk mencari wanita yang wajahnya menyerupai mendiang istrinya. Hingga bertemu dengan Nyi Rara Santang di Madinah yang benar-benar mirip dengan mendiang istri baginda raja. Oleh karena itu sang penghulu sri Baginda Sultan Mesir bernama Kodi Jamalulail membawa Rara Santang dan kakaknya Haji Abdullah Iman. Saat dihadapkan kepada sang Baginda di Mesir serta merta sang Baginda melihat betapa Nyai Rara Santang bagaikan pinang dibelah dua dengan mendiang istrinya, dan segera Sang Sultan bersabda:
“he ya saderek Dul Iman,
sun jaluk sukane mangkin iku saderek andika
wadon kang sumeja sun panta garwi
Sun asrah mas kawin sewu dinar
katur ing sampeyan sewu dirham”
(Berdasarkan naskah Carub Kandha Carang Seket, XVII–13)
Yang artinya,
“Wahai Tuan Dul Iman, aku meminta kerelaan hati Tuan sekarang, adik perempuan Tuan itu akan kujadikan istri. Dan terimalah ini seribu Dinar sebagai tanda mas kawin . Dan ini seribu Dirham untuk Tuan pribadi.”
By. Muhib Almusawa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar