SELAMAT DATANG DI SITUS HABIB MUHAMMAD IBNU BIN YAASIN ALMUSAWA

Mengenal Syahadat

Tidak ada komentar:
ASYSYAHADATAIN

“Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmatMu kepada junjungan Nabi Muhammad beserta keluarganya serta sahabat-sahabatnya begitu juga keselamatan” … : 3x

Asysyahadatain, kita semua tahu artinya adalah DUA KALIMAH SYAHADAT. Sudah diketahui secara umum Asysyahadatain itu dipergunakan untuk nama Jama’ah Pimpinan Almaghfurlah ABAH UMAR BIN ISMAIL AL-YAHYA di daerah Panguragan Cirebon.

Mengapa nama itu diambil?
Karena nama itu cukup sederhana dan mengandung latar belakang yang dapat kami terangkan antara lain sebagai berikut :

Umat sedunia pada umumnya sudah mengetahui tentang Lima Rukun Islam, yaitu:
1. Mengucapkan 2 (dua) Kalimah Syahadat
2. Menjalankan Shalat Lima waktu
3. Melaksanakan Puasa pada bulan Ramadhan
4. Mengeluarkan Zakat
5. Menunaikan Ibadah Haji (Bagi yang mampu)
Dan untuk melaksanakan ke lima Rukun Islam itu diperlukan mengetahui semua syarat rukunnya, tapi sayang sebagai salah satu akibat dari 350 tahun penjajahan di Indonesia ini (untuk tidak mengkambing hitamkan Bangsa sendiri/ Islam) sesungguhnya yang sudah banyak diketahui Kaum Islam awam itu hanya syarat rukunnya SHALAT, PUASA, ZAKAT dan HAJI saja. Sedangkan syarat rukunnya SYAHADAT banyak dilupakan atau kurang perduli.
Hal itu dapat terjadi karena mungkin kebanyakan umat Islam di Indonesia ini kesadaran beragamanya berdasarkan keturunan. Akan tetapi lain bagi orang / dari Agama lain yang baru masuk Islam, DUA KALIMAH SYAHADAT itu jelas merupakan PINTU GERBANG PERTAMA sebelum memasuki pintu rukun Islam yang lain.

Apa bedanya RUKUN dan SYARAT?
RUKUN, adalah tiang utama dalam suatu pengamalan ibadah yang wajib dikerjakan karena jika ditinggalkan maka amalan tersebut kurang/seluruhnya menjadi tidak diterima. Boleh juga disebut sebagai tiang dari suatu bangunan.
SYARAT, adalah cara, jenis atau perbuatan yang menentukan sah atau tidaknya pengamalan rukun itu.
Bila diumpamakan tiang suatu bangunan itu sah menjadi Rukun Bangunan tersebut bilamana tiang itu memenuhi syarat, antara lain harus kuat atau terdiri dari jenis kayu apa, atau bagaimana cara membuatnya supaya kuat dan agar menjadi rukun yang sah dari bangunan tersebut.
Menelusuri Syahadat sebenarnya sangat dalam dan luas, pembagian Syahadat dapat dilihat dari :
1. Ditinjau dari Isi Bentuknya yaitu :
Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul.
2. Ditinjau dari Pengamalannya yaitu :
Syahadat Thorikot dan Syahadat Hakikat.
3. Ditinjau dari Hasilnya yaitu :
Syahadat Syirri, Syahadat Sejati, dan Sejatinya Syahadat.
4. Ditinjau dari Macamnya :
Syahadat Sholawat, Syahadat Payung, Syahadat Ulul ‘Azmi, Syahadat Nuril Mubin, dan Syahadat Mahdi
Pembahasan Bai’at / Stempel dapat diambil titik terang dari pembagian Syahadat ditinjau dari Prakteknya : Syahadat Syari’at, Syahadat Thorikot, Syahadat Hakikat
Jalan Syahadat Syari’at secara istilah juga disebut dengan Syahadat Bai’at. Untuk mengamalkan bentuk Syahadat yang satu ini yakni harus meyakinkan sifat ketuhanan dan sifat kerasulan seorang Nabi dengan bukti diucapkan dengan lisan seperti yang kita ketahui bahwa Rukun Syahadat ada enam.
Rukun Syahadat inilah yang sering dilupakan oleh banyak kalangan Islam lainnya, padahal apabila tidak dikerjakan salah satu Rukun Syahadat tersebut maka batallah Syahadatnya / keislamannya, sedangkan Syahadat termasuk dalam RUKUN ISLAM yang pertama.
  
Rukun Syahadat diambil dari Min Kitaab, Tanqiihul qaul :
  1. Niat : guna menguatkan akidah
  2. Syahid : orang yang menyaksikan
  3. Masyhud Lahu : meyakini ALLAH dan Rasul-Nya
  4. Masyhud Bih : menyaksikan sifat ketuhanan ALLAH SWT. DAN KERASULAN Nabi Muhammad saw.
  5. Masyhud ‘Alaih : yaitu orang yang membaca Syahadat (orang yang disaksikan)
  6. Sighat : Lafadz Kalimat Syahadat

Pelaksanaan Rukun Syahadat diatas dilakukan seseorang bersama orang lain dengan mengucapkan Dua Kalimat Syahadat dengan lisan dan disaksikan oleh seseorang dan hal seperti itulah yang ada pada tuntunan Syekhunal Mukarrom dengan istilah Bai’at atau Stempel.

WASYURUTHUHUMAA TSALAATSATUN:
AL-AWWAL, AL-ILMU BIMA’AANIIHIMAA.
WATSAANII, ALMUWAALAAT.
WATSAALIST, LAFDZU ASYHADU.
(Dikutip dari Kitab Tanqiihul Qaul)
Artinya :
Syarat sahnya mengucapkan Dua Kalimah Syahadat itu ada tiga :
1. Mengetahui arti kedua Kalimah Syahadat itu.
2. Beruntun pengucapannya.
3. Pakai kata Aku Bersaksi (Asyhadu)

Stempel / Bai’at merupakan pengucapan ikrar atas keislaman seseorang dalam menjalankan Rukun Islam pertama agar menjadi seorang muslim yang benar-benar Islam. Seorang muslim dapat dibedakan menjadi 4, diantaranya:
  1. Islam Tansibi yaitu seorang muslim karena asal mula keturunan orangtuanya yang beragama Islam dan ini termasuk Islam yang lemah.
  2. Islam Tasbih yaitu keislaman seseorang ataupun ibadahnya itu karena terbawa oleh lingkungan yang sarat akan agama. Maka ia sibuk beribadah dan begitu pula sebaliknya.
  3. Islam Tahqiri yaitu orang yang mengaku islam dan apabila ia diperintahkan untuk melakukan hukum islam ia meremehkannya, bentuk islam seperti inilah yang membahayakan.
  4. Islam Tahqiqi yaitu keislaman seseorang karena keyakinannya yang tinggi pada ALLAH dan Rasul-Nya, sehingga ia selalu mengamalkan perintah ALLAH dan Rasul-Nya. Bentuk Islam seperti inilah yang dibenarkan.

Ditinjau dari bentuknya Islam tersebut untuk mencapai bentuk Islam yang ke 4 (empat) harus melakukan beberapa hal yang dapat menjadi Islam Tahqiqi diantaranya :
1. Tajdidul Islam (Merehabilitasi Iman dan Islam dengan Syahadat Syari’at/ Bai’at)
2. Mengamalkan perintah ALLAH dan Rasul-Nya serta berusaha untuk selalu ingat ALLAH sebagaimana yang dinadzomkan oleh Syekhunaa :
Eling ALLAH kang gumantil
Demen Rasul ayo ngintil
Eling ALLAH kang sempurna
Ora bisa akalana
Amal eling kang digawa
Barang akeh ora digawa
3. Selalu banyak berdzikir dan membiasakan membaca Syahadat setiap waktu sesuai yang didawuhkan oleh Syekhunal Mukarrom sebagai berikut:

Syahadat Tauhid Anjingena
Syahadat Rasul Lakonana
Ngaji Syahadat aja telat
Yen wis waktu gage mangkat
Ngaji Syahadat kudu sabar lan Tawakkal
Lan nerima syukurane aja gagal
Ngaji Syahadat kudu sabar lan Tafakkur
Supaya cangkem ati dadi akur
Ayu batur dirubah kita pikire
Eling ALLAH kang akeh muji dzikire
Saban dina karo ALLAH ora parek
Saban dina kang di pikir ya brekepek

Begitulah Syekhunal Mukarrom dalam pendapat/tuntunan yang disyairkan dengan Nadzom, dimana dapat disimpulkan bahwa Bai’at Syahadat itu tidak lain agar kita selamat baik di dunia maupun di akherat sebagai seorang Muslim dan Mu’min. Hal ini dijelaskan dalam kitab Hablul Matin halaman 8 mengenai Bai’at islam.

Surat : FUSHSILAT ayat 30

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ ٣۰


Artinya :
30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

Surat : AL AHZAB (golongan-golongan) ayat 45-46


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَرْسَلْنَٰكَ شَٰهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (٤٥)
وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذْنِهِۦ وَسِرَاجًا مُّنِيرًا (٤٦)

Artinya :
45. Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk Jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan,
46. dan untuk Jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk Jadi cahaya yang menerangi.

Surat : THOOHAA ayat 14


إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Artinya :
14. Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.

Surat : AL BAQOROH (sapi betina) ayat 222



إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
 
Artinya :
222. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
 
 
Kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top